Seribu Paragraf Cinta

karena pena bisa mengubah dunia...

Name:
Location: Jakarta, DKI, Indonesia

Wednesday, October 11, 2006

Barunawati


Di dekat pintu gerbang menuju pelabuhan Tanjung Perak, dipinggir sebelah utara perempatan bundaran yang setiap hari cukup sesak oleh berbagai jenis kendaraan, terdampar sebuah taman bernama Taman Barunawati. Disebelah taman itu juga berdiri yayasan pendidikan Barunawati yang mempunyai sekolah SD sampai SMK. ratusan remaja datang dan pergi bergerombol dari sekolah itu. Barunawati. Nama yang unik dan menggelitik otak kananku. Bagiku nama itu lebih dari sekedar nama taman atau yayasan pendidikan. Barunawati lebih terdengar seksi ditelingaku, mempunyai kekuatan aura yang memikat hatiku untuk selalu mengenang dan mengingatnya sebagai memoriam yang indah.

Tidak, aku tidak jatuh cinta di taman Barunawati itu. Tidak pula aku berlama-lama duduk ditaman itu menikmati suasana kota Surabaya. Aku hanya lewat setiap pagi dan sore, ketika beranagkat dan pulang kerja. Di pagi hari aku melewati barunawati saat tubuhku masih segar dan siap menjalani pekerjaan hari itu dengan penuh semangat, di antara belaian mentari pagi yang hangat dan beberapa penjual nasi krawu*) di pinggir jalan. Di sore hari aku melewati Barunawati bersama sinar jingga mentari sore yang sangat indah, tubuhku lelah karena pekerjaan hari itu namun aku bersyukur aku dapat menunaikan pekerjaan hari ini, dan aku lebih bersyukur dapat duduk tenang di mobil, beristirahat tanpa ada macet seperti Jakarta, menunggu sampai di mess tempat aku bersantai dan melepaskan lelah dengan tidur malam.

Namun, betapapun indahnya aku mengenang barunawati, ia hanyalah taman pinggir jalan yang dipandang orang dengan sebelah mata. Hanya sedikit orang yang menganggapnya penting. Setiap hari orang melewatinya seperti hari-hari yang lain saja, bahkan tanpa menoleh. Siapa peduli. Ia hanyalah tempat umum dengan rerumputan hijau dan patung kuda di salah satu sisinya, juga pepohonan rindang yang tumbuh di beberapa sudutnya.

*) nasi krawu : nasi dibungkus daun pisang yang dijual untuk sarapan, dengan lauk telor asin dan daging di suwir-suwir .

0 Comments:

Post a Comment

<< Home